Selasa, 26 Desember 2017

Biografi Jim Geovedi Hacker Indonesia Sang Peretas Satelit

Gambar terkait


Jim Geovedi (lahir 28 Juni 1979) adalah seorang pakar keamanan teknologi informasi ternama asal Indonesia yang berfokus pada penemuan celah keamanan komputer dan jaringan dengan kekhususan sistem telekomunikasi dan satelit. BBC News menjulukinya sebagai sosok yang “tidak mirip seperti penjahat Bond… tetapi memiliki sejumlah rahasia yang akan mereka kejar habis-habisan”.


Pada tahun 1998-1999, setelah lulus SMA, Geovedi menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Setelah seorang pendeta memperkenalkannya dengan komputer dan internet, ia mulai belajar secara otodidak dan menelusuri ruang obrolan para peretas ternama dunia.
Dia adalah hacker Indonesia yang sempat hilir mudik dari Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow. Sempat menjadi pembicara pertemuan hacker internasional yang sering dibalut dengan nama seminar sistem keamanan. Dalam sebuah pertemuan hacker dunia, Jim sempat memperagakan cara meretas satelit. Jim bisa mengubah arah gerak atau bahkan menggeser posisi satelit. Untuk keahliannya ini bisa anda lihat di Youtube.
Jim Geovedi sejak 2012 pindah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik mengembangkan artificial intelligence komputer. Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli. Dalam wawancara tersebut, Jim lebih suka menganggap dirinya “pengamat atau kadang-kadang partisipan aktif dalam seni mengawasi dari tempat yang jauh dan aman.“
Hebatnya lagi, Jim bukanlah lulusan sekolah IT ternama. Hanya Lulus SMA, Jim menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Beruntung seorang pendeta memperkenalkan dia dengan komputer dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi belajar secara otodidak: menelusuri ruang-ruang chatting para hacker dunia.
Jim telah banyak dibayar untuk melakukan uji coba sistem keamanan untuk menguji aplikasi dan jaringan. Klien Jim mulai dari perbankan, telekomunikasi, asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-lain.
Pada tahun 2004, Jim pernah diminta membantu KPU (saat itu data pusat penghitungan suara Pemilu diretas-red) yang kena hack. Jim disewa untuk mencari tahu siapa pelakunya (seorang hacker bernama Dani Firmansyah akhirnya ditangkap). Lalu pada tahun 2006, Jim diminta menjadi pembicara isu sistem keamanan satelit, dan itu yang membuat namanya lebih dikenal kalangan Hacker.
Dalam beberapa kasus, Jim pernah meng-hack satelit klien nya, satelit Indonesia dan satelit Cina. Saat itu Jim diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit, dan menggeser serta merotasi sedikit koordinatnya. Di akhir wawancara Jim mengatakan, kalau saja dia mau, dia bisa mengontrol internet seluruh Indonesia. Dari mulai mengalihkan traffic (lalu lintas data), mengamati traffic yang keluar ataupun masuk Indonesia, bahkan ia pun bisa memodifikasi semua transaksi keuangan. Namun Jim berpikir, ia melakukan itu semua buat apa? Jim sudah sangat bersyukur atas apa yang sudah dimilikinya. Seorang Jim gak punya interest berlebihan soal materi.

Minggu, 03 Desember 2017

Apa itu Teknik Wardriving ?


WarDriving diciptakan oleh Peter Shipley dan sekarang dipraktekkan oleh hacker, penggemar dan analis keamanan di seluruh dunia. Ini adalah tindakan untuk menemukan dan mengeksploitasi jaringan nirkabel ke koneksi Local Area Network saat mengemudi di sekitar daerah dengan konektivitas nirkabel. Tindakan ini juga dikenal sebagai pemetaan titik akses.
Untuk melakukan WarDriving, Anda membutuhkan kendaraan, komputer/laptop, kartu jaringan nirkabel diatur untuk bekerja dalam mode promiscuous, dan beberapa jenis antena yang dapat dipasang di atas atau ditempatkan di dalam mobil. Karena LAN nirkabel mungkin memiliki rentang yang melampaui gedung perkantoran, pengguna di luar mungkin dapat mengganggu ke jaringan, mendapatkan koneksi internet gratis, dan mungkin mendapatkan akses ke catatan perusahaan dan sumber daya lainnya.
Kebanyakan pelakunya telah membuat kegiatan dari WarDriving karena kemudahan yang mereka dapat melakukannya. Dengan antena omni directional dan Global Positioning System (GPS) adalah semua yang diperlukan untuk secara sistematis memetakan berbagai titik akses nirkabel.
Wardriving Ilegal or Legal?
Wardriving dikatakan ilegal bila wardriver melakukan kegiatan wardriving lalu menyebarkan kumpulan datanya ke orang lain atau menjual datanya ke pihak yang salah. Misalkan jaringan yang di wardriving adalah perusahaan A lalu attacker menjual data-data hasil wardriving tersebut kepada perusahaan saingannya misal perusahaan B. Lalu perusahaan B melakukan aksi hacking terhadap perusahaan A dan merugikan perusahaan A.
Selama wardriver tidak menjual, men"share", atau meng"hacking" data hasil selama dia melakukan wardriving maka wardriver masih dikatakan aman. Tetapi wardriving adalah salah satu tindakan memata-matai.

       Kesimpulan :

         Wardriving adalah tindakan information gathering terhadap jaringan nirkabel.

 Wardriving dikatakan ilegal bila seorang wardriver menjual, men"share",   meng"hacking" data kumpulannya.
 Wardriving termasuk tindakan memata-mati/intelijen.
 Jaringan nirkabel masih rentan akan dilakukan pentest dari luar, sehingga         jaringan   kabel masih aman dalam penggunaannya.
 Jangan broadcast SSID akses point itu adalah tahap awal pencegahan.
 Filter mac address yang terkoneksi ke akses point.
 Ubah password default selalu gunakan tipe enkripsi yang terbaru.
 Jika didalam jaringan nirkabel terdapat komputer sharing maka diwajibkan   untuk di   password.